Ketika kita berbicara tentang sastra pastilah kita berbicara tentang nilai-nilai estetis atau nilai keindahannya., Akan tetapi jika kita berbicara tentang moral dalam sastra tentunya kita tidak hanya membicarakan nilai estetisnya saja. Lalu apa itu moral dalam sastra? sebelum kita membahasnya lebih dalam alangkah baiknya kita mendifinisikan terlebih dahulu arti kedua kata tersebut. Tentang apa itu sastra? Dan apa itu moral?.
Di dalam kamus besar Bahasa Indonesia arti kata sastra adalah karya tulis, yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki ciri keunggulan seperti keaslian, karakteristikan, keindahan dalam dan ungkapannya. Karena sastra memiliki nilai keindahan dalam ungkapan pembahasaan, maka sastra juga termasuk dalam karya seni. Sedangkan arti kata moral sendiri, berarti ajaran atau nilai-nilai baik buruknya yang diterima umum mengenai perbuatan baik berbicara, bersikap dan bertindak. Dan apa hubungannya dengan moral dalam sastra?. Kita sering dengar pendapat lama yang mengatakan, bahwa karya sastra yang baik disamping memiliki nilai estetis yang indah juga memiliki makna akan suatu pesan kepada pembaca untuk berbuat baik. Disitu jelas dikatakan ”pesan kepada pembaca untuk berbuat baik”, kata tersebut secara langsung menyinggung nilai-nilai baik buruk atau etika. Jadi pesan tersebut dinamakan ”moral”, karena pesan tersebut mengajak pembaca untuk menjunjung tinggi norma-norma moral. Oleh karena itu, sastra dianggap sebagai sarana pendidikan moral. Karena sastra merupakan cerminan dari kehidupan masyarakat.
Disinilah sastra secara tidak langsung juga mempelajari perihal masalah manusia, seperti juga agama ataupun filsafat meskipun hanya berbeda dalam hal metode atau caranya saja akan tetapi pada hakikatnya dengan tujuan yang sama. Dimana dalam tujuannya baik sastra, agama dan filsafat sama-sama sebagai sarana untuk menumbuhkan jiwa humanis pada manusia atau dalam bahasa jermannya ”Humanität” yaitu jiwa yang halus, manusiawi dan berbudaya.
Oleh karena itu sastra muncul atau terlahir tidak hanya dinikmati dari nilai-nilai estetisnya akan tetapi bertugas menghancurkan kebobrokan moral untuk dapat membangun menuju ke arah pembinaan moral manusia yang halus, manusiawi, dan berbudaya. Disitulah hubungan erat atara sastra dengan moral. Tentunya karya sastra yang diharapkan adalah sebuah karya sastra yang baik Dimana memiliki kedua nilai diatas yaitu nilai estetis dan etika yang baik. Untuk itu baik karya sastra, agama, filsafat mengemban pula tugas untuk membentuk tatanan masyarakat yang beradab.
sumber:
http://sulizmerah.blogspot.com/2009/01/moral-dalam-sastra.html

Komentar Terakhir